8 Serba-serbi Bangunan Rumah Adat Bali yang Perlu Kamu Tahu!

Bangunan Rumah Adat Bali merupakan rumah adat yang sangat unik dan biasa kita lihat saat kita pergi ke Bali. Banyak sekali masyarakat Bali yang membangun rumah dengan arsitektur bangunan seperti rumah adat Bali sejak zaman dulu.

Ini lah sebenarnya yang menjadi daya tarik keindahan sifat kedaerahan Bali. Arsitek rumah adat Bali disebut dengan Udagi. Pembuatan rumah adat Bali berpedoman dengan Asta Kosala Kosali, sehingga terbagi ke dalam berbagai bangunan seperti berikut:

1. Bangunan Angkul-angkul

Bangunan Angkul-angkul

Angkul-angkul ialah bangunan rumah adat bali berupa pintu masuk bagian utama yang digunakan sebagai tempat menuju rumah adat Bali. Fungsi bangunan rumah adat Bali biasa disebut dengan Gapura Candi Bentar pada Pura. Gapura ini biasanya digunakan sebagai pintu masuk.

Perbedaan bangunan angkul-angkul bagian atap menghubungkan kedua sisi gapura yang dibangun. Atap bangunan Bali bentuknya piramida yang sengaja dibuat dari rumput kering.

2. Bangunan Aling-aling

Bangunan Aling-aling

Bangunan aling-aling fungsinya sebagai pembatas angkul-angkul di area pekarangan tempat suci. Bangunan yang disebut dengan aling-aling dipercaya bisa memberikan energi positif dengan adanya dinding pembatas yang mengelilingi rumah.

Dindin pembatas ini biasa disebut dengan penyengker atau ruangan yang menjadi pusat aktivitas kegiatan manusia. Tembok juga biasa digunakan sebagai patung atau tempat aling-aling. Penyengker ini adalah batas energy negatif dan positif.

3. Bangunan Sanggah atau Pamerajan (Pura Keluarga)

Bangunan Sanggah atau Pamerajan

Bangunan Sanggah atau Pamerajan ialah tempat suci sebuah rumah yang letaknya di sebelah timur laut dari rumah. Apabila sebuah keluarga ingin sembahyang dan berdoa maka menggunakan bangunan ini.

4. Rumah Adat Bale Menten atau Bale Deja

Bale Menten merupakan bangunan yang digunakan untuk tempat tidur para kepala keluarga juga bisa digunakan sebagai tempat tidur anak yang masih gadis. Bangunan ini terletak di sekitar area bagian utara (kaja).
Bangunan ini bentuknya persegi panjang yang terdiri dua bale di sebelah kanan dan kiri bangunan.

5. Bangunan Bale Dauh atau Bale Tiang Sanga

Bangunan Bale Dauh atau Bale Tiang Sanga

Bangunan Bale Dauh merupakan Bale Loji yang tempatnya sebagai penerimaan tamu dan tempat tidur anak remaja yang letaknya di bagian barat. Bangunan ini biasanya letaknya di bagian bale dalam yang bentuknya persegi panjang. Bale Dauh memakai sesaka tiang dari kayu.

Bale ini terdapat 6 buah tiang atau sakenem. Jumlah tiang terdapat 8 buah sakutus atau astasari, sebanyak 9 yang disebut dengan istilah sangasari. Bangunan ini juga sesuai dengan posisi lantai rendah dari Bale Dangin dan Bale Mente.

6. Bale Sekapat

Bale Sekapat ialah bangunan yang bentuknya mirip dengan gazebo dengan 4 buah tiang untuk pavilium atau biasa digunakan sebagai kamar anak yang bisa dimanfaatkan untuk bersantai. Bangunan ini memang sangat lah simple dengan bentuknya segi empat dan atapnya mirip pelana atau limasan.

7. Rumah Adat Bale Dangin atau Bale Gede

 

Bangunan ini letaknya di sebelah timur atap pada area dangin natah umah. Bale Dangin mempunyai bentuk persegi empat yang bentuknya jumlah sejumlah dengan bangunan tersebut.

Bale Dangin atau Bale Gede mempunyai 12 sesaka atau tiang yang jumlahnya 2 buah bale di bagian sisi kanan dan kiri. Bale Dangin mempunyai lantai lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Bale Menten.

8. Ruangan Paon atau Paweregen

Ruangan Paon atau Paweregen

Bangunan Paon berfungsi sebagai tempat mengolah dan memasak makanan. Ruangan ini letaknya di bagian sisi sebelah selatan atau barat daya sebuah rumah. Tempat yang dibagi menjadi 2 area, sebagai berikut:

a. Area pertama ialah ruangan terbuka untuk memasak dengan kayu bakar.

b. Area kedua ialah ruangan penyimpanan makanan dan alat dapur.

Demikianlah serba-serbi bangunan rumah adat Bali yang menarik untuk dibahas, nantikan ulasan kami selanjutnya.